Seandainya hati kita bisa seikhlas wanita ini dalam memaafkan.

September 25, 2007 at 6:31 am 4 komentar

Ikatkan Sehelai Pita Kuning Bagiku…

(Cerita dari Radio Delta FM, jakarta )

Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang

seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak,

Georgia,Amerika.

Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik,sayangnya dia

tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan

ayah yang baik. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu

memukuli anak dan isterinya.

Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York .

Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara,

ke kota besar, ke hidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia

memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex,

gambling, drug. Dia menikmati semuanya.

Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan

uang.

Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu

dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat

naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan

pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.

Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia

merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan

untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa

menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya. Dia

berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin

sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan

menulis, ‘Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau

masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih mau aku

kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya

pohon beringin yang berada di pusat kota . Apabila aku lewat dan tidak

menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan

mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju

Miami . Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan

anak-anak seumur hidupku.

Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima

surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima

suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau

mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami , Florida <SPAN

yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup.

Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu,

‘Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan. ..kita mesti lihat apa

yang akan terjadi… Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat

kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin

mengucur deras. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di

matanya…Dia tidak melihat sehelai pita kuning…Tidak ada sehelai pita

kuning…. Tidak ada sehelai….. .Melainkan ada seratus helai pita-pita

kuning….bergantun gan di pohon beringin itu…Ooh… seluruh pohon itu

dipenuhi pita kuning…!!! !!!!!!!!!

Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika.

Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini.

Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, ‘Tie a Yellow

Ribbon Around the Old Oak Tree’, dan ketika album ini di-rilis pada

bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973.

Iklan

Entry filed under: Kisah Nyata.

MENGAPA KEBUDAYAAN JAWA MENGALAMI KEMUNDURAN YANG SIGNIFIKAN? Ramadhan

4 Komentar Add your own

  • 1. aRuL  |  September 25, 2007 pukul 3:14 pm

    ah cowok malah lebih ikhlas dari cewek….
    buktinya cewek paling susah melupakan hal2 yang bisa melukai hatinya….

    Balas
  • 2. Lelaki Yang Normal  |  September 25, 2007 pukul 4:00 pm

    romantis banget…
    salut!

    Balas
  • 3. wahied  |  Oktober 9, 2007 pukul 7:11 am

    Keren, seandainya aku bsa menjadi seperti itu

    Balas
  • 4. saya  |  Oktober 10, 2007 pukul 4:16 pm

    mungkin, memang perempuan sulit melupakan hal-hal yang melukai hatinya. tapi itu karena dalamnya perasaan yang dimiliki perempuan. dan dengan kekuatannya, perempuan akan tetap menebarkan kasih sayangnya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


September 2007
S S R K J S M
« Jun   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Blog Stats

  • 615,157 hits

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

This website is worth
What is your website worth?
Add to Google

Syafii Photos

Wisuda nana

ahmad23

ahmad22

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: