Lain Gatal, Lain diGaruk

April 23, 2007 at 2:25 am Tinggalkan komentar

Peribahasa “Lain Gatal, Lain diGaruk” adalah jawaban bagi mereka yang menghina para ulama [khususnya Ulama di Saudi Arabia]. Berbagai penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan orang lain, tapi malah mereka para ulama yang menjadi target cacian ahli ahwa’ [pengikut hawa nafsu]. Berbagai tudingan pun dilontarkan dengan julukan-julukan yang keji bahkan dusta.

Ahli Ahwa menuduh ulama sebagai Penjilat, antek pemerintah dll. [Wallohul Musta’an, Sesungguhnya para ulama memiliki derajat yang tinggi dibandingkan mereka ahli ahwa’]

Dalam beberapa hari terakhir banyak komentar-komentar yang menghinakan para ulama Saudi semisal Syeikhuna Bin Baz Rahimahulloh dll. Namun sebagaimana kita ketahui bahwa Alloh meninggikan tempat bagi orang-orang yang berilmu jauh diatas mereka yang jahil, apalagi yang tidak menyadari akan kejahilannya.

Mereka menyangka bahwa Para ulama tidak melaksanakan amar ma’ruf terhadap pemerintah, khususnya dalam permasalahan pembangunan kuburan, dan pembuatan gambar/foto dalam mata uang. Padahal para ulama telah memperingatkan kepada siapa saja, tidak hanya kepada pemerintah akan keharaman pembangunan kuburan dan pembuatan gambar/foto.

Sebagai bukti atas pembelaan kita ini terhadap para ulama tersebut rahimahumullohu maka perhatikanlah fatwa Syeikh Bin Baz berikut :

http://binbaz.org.sa/index.php?pg=mat&type=fatawa&id=61

http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=325

Nah, Trus ketika pemerintah telah diperingatkan oleh Ulama, namun tetap saja ada pembuatan gambar/foto-foto. Pantaskah kita katakan bahwa para ulama menjadi penjilat, antek pemerintah dll ? [Sungguh jauh Panggang dari Api, Alangkah buruk ucapan yang keluar dari mulut mereka itu/ ahli ahwa’]

Haruskah para ulama Membrontak ?

Bagi mereka yang menempatkan hawa nafsu lebih tinggi dari ayat-ayat Allah Ta’ala dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallohu ‘alaihi wasallam, tentunya membrontak, demonstrasi menjadi jalan utama untuk meraih apa yang diinginkan oleh nafsu mereka.

Tetapi bagi para ulama yang memiliki ilmu yang dalam tentang AlQuran dan AsSunnah tentunya lebih memilih untuk tetap taat kepada Allah Ta’ala dan RosulNya, serta mengikuti jejak para salafus shalih untuk tetap taat kepada ulil amri.

Maka tuduhan mereka yang mendeskreditkan para ulama karena kesalahan-kesalahan yang dibuat orang lain adalah ibarat pepatah “Lain Gatal, Lain digaruk”, Adakah dosa orang lain bisa ditimpakan kepada orang yang tak bersalah ?

Bertaubatlah.. wahai penghina para ulama…!! sesungguhnya kedudukan mereka [para ulama] lebih baik dibandingkan dengan mu.. wahai ahli ahwa…!!!

Entry filed under: Akhlaq. Tags: .

Adab Membaca Al-Qur’an Bagai Air di Daun Talas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


April 2007
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blog Stats

  • 611,397 hits

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

This website is worth
What is your website worth?
Add to Google

Syafii Photos

Wisuda nana

ahmad23

ahmad22

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: