Tiga Kebenaran

April 2, 2007 at 6:28 am Tinggalkan komentar

Para Sufi dikenal sebagai Pencari Kebenaran, yang berupa kenyataan obyektif. Konon, seorang tiran yang bodoh dan dengki memutuskan untuk memiliki kebenaran ini. Namanya Rudarigh, seorang raja besar di Marsia, Spanyol. Ia menetapkan bahwa kebenaran akan bisa didengarnya kalau Umar al-Alawi dari Tarragona dipaksa untuk mengatakannya.

Umar pun di tangkap dan dibawa ke Istana. Kata Rudarigh, “Aku telah memutuskan agar kebenaran yang kau ketahui harus kaukatakan kepadaku dalam kata-kata yang bisa kumengerti, kalau tidak nyawamu harus kau pertaruhkan.”

Umar menjawab, “Apakah Tuan mengetahui kebiasaan dalam istana perkasa ini, apabila seorang yang ditahan mengungkapkan kebenaran sebagai jawaban atas suatu pertanyaan dan kebenaran itu tidak membuktikannya salah, maka ia akan dibebaskan kembali?”

“Memang demikian,” kata Raja.

“Saya minta semua yang hadir di sini menjadi saksi,” kata Umar, “dan saya tidak hanya akan mengungkapkan satu kebenaran, tetapi tiga.”

“Kami juga harus yakin,” kata Rudarigh, “bahwa yang kau sebut kebenaran itu memang benar-benar kebenaran. Harus ada bukti-bukti yang menyertainya.”

“Bagi Raja seperti baginda,” kata Umar, “yang pantas menerima tidak hanya satu kebenaran tetapi sekaligus tiga, kami juga akan bisa memberikan kebenaran yang nyata dengan sendirinya.”

Rudarigh sangat puas menerima pujian itu.

“Kebenaran pertama,” kata Si Sufi, “adalah, sayalah yang bernama Umar Si Sufi dari Tarragona. Yang kedua adalah bahwa Baginda akan melepaskan saya jika saya telah mengungkapkan kebenaran. Yang ketiga, Baginda ingin mendengarkan kebenaran yang bisa Baginda pahami.”

Karena kesan yang ditimbulkan oleh kata-kata tersebut, Rajapun terpaksa membebaskan kembali darwis itu.

Catatan :

Cerita ini menampilkan legenda lisan darwis yang biasanya disusun oleh Al-Mutanabbi. Cerita-cerita ini, menurut juru ceritanya, tidak boleh dituliskan selama 1.000 tahun.

Al-Mutanabbi, salah seorang penyair Arab terbesar, meninggal seribu tahun yang lalu.

Salah satu ciri kumpulan cerita ini adalah bahwa selalu mengalami perubahan, disebabkan oleh penceritaan kembali terus-menerus sesuai dengan “perubahan zaman.”

Entry filed under: Hikayat. Tags: .

Perumpamaan Orang-orang Tamak Ketika Maut Datang Ke Baghdad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


April 2007
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blog Stats

  • 611,397 hits

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

This website is worth
What is your website worth?
Add to Google

Syafii Photos

Wisuda nana

ahmad23

ahmad22

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: