Kisah Nabi Musa: Terbelahnya Laut Merah

Maret 30, 2007 at 9:23 am 14 komentar

Dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan (QS 2:50).Dan kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, Karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu Telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” (QS 10:90).Dan Sesungguhnya Telah kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, Maka buatlah untuk mereka jalan yang kering dilaut itu[933], kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)”. (QS 20:77)Maka Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka. (QS 20:78)Lalu kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. (QS 26:63)

Anda mungkin masih ingat dengan kisah Nabi Musa yang bersama kaumnya diperintahkan oleh Allah untuk meninggalkan Mesir. Ketika telah sampai di tepi Laut Merah, Allah memerintahkan Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya hingga laut luas yang berada di hadapan mereka terbelah membentuk jalan dengan dua dinding air yang tinggi. Pernahkah anda membayangkan betapa dahsyatnya kejadian tersebut?

Menurut sejarah, peristiwa itu terjadi sekitar 3500 tahun yang lalu. Ada beberapa pakar yang telah mencoba untuk meneliti kembali peristiwa ini berdasarkan bukti-bukti ilmiah yang ada dan menerbitkannya dalam bentuk buku dan DVD (seperti yang dapat anda lihat di sini).

Baiklah, sekarang mari kita coba untuk melihat lebih jauh ke lokasi tempat Nabi Musa dan para pengikutnya menyeberang menurut para ahli tersebut. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuwaybi. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kemiringan laut dari Nuwaybi ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuwaybi ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat. Jarak antara Nuwaybi ke Arab sekitar 1800 meter (menurut peta dari MSN Encarta bahkan sekitar 10 km). Lebar lintasan dimana laut terbelah diperkirakan 900 meter.

Dapatkah anda membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat menyibakkan air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata-rata mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).

Menurut sebuah perhitungan diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Atau jika kita kaitkan dengan kecepatan angin, maka akan melebihi kecepatan angin pada saat terjadi Hurikan. Atau jika mengacu kepada perhitungan seorang pakar dari Rusia yang bernama Volzinger, diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam. Sungguh dahsyat bukan? Allah Maha Besar.

Entry filed under: Tentang Nabi. Tags: .

Nabi Yusuf Kisah Nabi Muhammad saw.

14 Komentar Add your own

  • 1. yus  |  September 20, 2008 pukul 6:26 am

    penyeberangn Musa hanya menyisiri pantai pada saat air laut surut dan bukannya terbelahnya lautan. ini agak muskil dan penuh dengan cerita2 yang tidak rasional

    Balas
    • 2. chevin74  |  Maret 11, 2011 pukul 5:53 pm

      atas bukti apa anda bilang kalo nabi musa berjalan menyisiri pantai,.,.,???
      bukan berjalan dilautan yang terbelah,.,.,.,???
      klo ngomong tuh harus berdasarkan bukti brow,.,.,.,.
      jangan asal ngomong,.,.,.,.

      Balas
  • 3. malia  |  Oktober 24, 2008 pukul 3:07 pm

    syukur…
    segala nikmat yang allah berikan. moga-2 kita senantiasa di bawah lindungannya. segalanya di bawah ketantuannya.

    Balas
  • 4. kalibi  |  November 12, 2008 pukul 4:06 pm

    tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT. terlepas hal tersebut rasional ataupun tidak rasional.

    Balas
  • 5. temen yus  |  Desember 10, 2008 pukul 11:27 pm

    Saya rasa sdr YUS bukan muslim jd gak akan percaya dgn kehendak ALLAH SWT.

    Balas
  • 6. mus  |  Desember 16, 2008 pukul 3:56 am

    kebesaran dan kekuasaan Allah s.w.t tiada yg mustahil ia nya berlaku jika itu kehendaknya…kita mesti ingat org nasrani dan yahudi tidak akan percaya kebesaran dan kekuasaan Allah s.w.t.

    Balas
  • 7. yoon  |  Oktober 11, 2009 pukul 8:56 am

    orang yang mengatakan mustahil terbelahnya laut merah..memustahilkan juga peluang terciptanya bumi yang memadai adnya kehidupan..tahukah anda peluang matematisnya adalah 1 banding 500 milyar peluang?

    Balas
  • 8. iqbal  |  November 29, 2009 pukul 7:41 am

    segala sesuatu adalah kebesaran Allah,tiada kemampuan bagi manusia dalam melakukan sesuatu di dunia ini,Nabi,Rasul,Para Walipun tidak dapat berbuat sesuatu tanpa seizin Allah,apalagi kita sebagai manusia biasa yang tida bisa berbuat apa-apa.La hawlawala Quwwata Illah Billah,Subhanallah……………………….!

    Balas
  • 9. ft  |  April 27, 2010 pukul 3:56 pm

    israel adalah umat yg dipimpin oleh yahwe

    Balas
  • 10. Sel  |  Mei 26, 2010 pukul 6:22 am

    Kalo mustahil,gmana kmu bsa lahir?

    Balas
  • 11. odoy  |  Juli 21, 2010 pukul 6:49 am

    selain oleh angin , kemungkinan kedua adalah melalui perantaraan proses geologi, gempa yg besar bisa membuat air laut susut ke arah pusat gempa. mirip proses terjadinya tsunami.

    lebih jelas bisa dilihat di google earth atau wikimapia.org . tempat penyebrangan itu di ujung laut merah, lebih sempit dari laut merah bagian tengahnya, jika terjadi gempa kemungkinan, volume air yg menjauhi tempat penyebrangan cukup untuk membuka jalan.

    Balas
  • 12. dinal  |  Mei 4, 2011 pukul 1:40 am

    untuk saudara yus,saya rasa seluruh agama samawi mengakui dan percaya dg kisah nabiyulloh musa alaihissalam,baik mereka yg beragama yahudi maupun nasrani,jadi apa agama saudara jangan-jangan anda tidak memiliki agama.

    Balas
  • 13. farah  |  Juni 24, 2011 pukul 5:29 am

    org seperti si banci yus ini sdh dijanjikan Allah akan menjadi bahan bakar neraka,mereka musuh2 Allah sgt takut akan keberadaan Rasullullah krn itulah mereka selalu ingin menghancurkan para pengikut Rasul dgn berbagai cara….

    Balas
    • 14. musap  |  Februari 10, 2012 pukul 7:05 am

      fiaun sangat kejam tai

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Maret 2007
S S R K J S M
« Agu   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Blog Stats

  • 611,397 hits

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

This website is worth
What is your website worth?
Add to Google

Syafii Photos

Wisuda nana

ahmad23

ahmad22

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: