Soal Robithoh, Alam Malakut dan Alam Jabarut
Mei 9, 2007
- Robithoh adalah mengaitkan perjalanan ruhani dengan Mursyid atau Syeikh yang membimbing anda. Robithoh biasanya menjadi tradisi para Sufi ketika awal penempuhan perjalanan menuju kepada Allah, bisa melalui Tawassul ketika berdoa, atau hadiah surat Al-Fatihah kepada mereka. Namun cara ber-Robithoh pun juga ada aturannya sesuai dengan petunjuk Syeikhnya. Dalam robithoh seorang murid hendaknya tidak membayang-bayangkan wajah atau foto sang Syeikh atau sang Mursyid. Orientasinya hanya kepada Wajah Allah saja. Sebagaimana dalam Al-Qur’an disebutkan, “kemana pun engkau menghadap, disanalah Wajah Allah.” Bukan wajah makhluk Allah, atau wajah guru atau Mursyid.
Dalam Robithoh disebutkan mengenai at-Tashawwur bi-Shurotis Syeikh, yang artinya membayangkan gambar atau sosok guru, dimaksud sesungguhnya bukannya seseorang membayangkan wajah syeikh. Namun, ketika anda suluk dan berdzikir atau bertawajuh, tiba-tiba melintas – tanpa anda kehendaki— wajah guru, itulah yang disebut Tashawur bishuratis Syeikh. Bukan berusaha menghadirkan sosok Mursyid atau Syeikh.
Sebab jika anda sedang membayangkan wajah guru anda, lalu nyawa dicabut oleh Allah ketika itu, apakah anda tergolong Husnul Khotimah atau Su’ul Khotimah ?. Sebab di akhir hayat anda bukan Allah yang terbayang dalam ingatan anda, tetapi wajah makhluk Allah, yaitu Syeikh anda. Nah, renungkanlah!
- Alam Malakut adalah tahap atau derajat ruhaniyah yang digambarkan sebagai alam atau wilayah kebajikan hakiki atau sejatinya rasa jiwa. Disanalah dunia Ruh hanya merindukan dan menghendaki Allah semata (tanzih), dan disanalah Alam Malakut itu menjadi taman jiwa yang hakiki, dengan keindahan Asma’ dan sifatNya Allah yang terpantul dalam hamparan Ruh kekasih Allah.
- Sedangkan Alam Jabarut adalah Alam Ilahi yang menjadi hamparan Ma’rifatullah, dimana seluruh elemen satu dalam banyak dan banyak dalam satu, menjelma dalam penyucian tasbih kepada Allah semata. Dunia Rahasia Ilahi, itulah Alam Jabarut. Nah, di atas Alam Jabarut masih ada lagi Alam Lahut, Alam Hahut dan Bahut serta Ahut. (Maha Ghuyubul Ghuyub) . Wallahu A’lam.
Kita tidak diperintah untuk memasuki alam-alam itu. Dan anda jangan berambisi untuk memasukinya. Karena yang memasukkan ke alam-alam itu Allah jua. Bukan kehendak kita.
Entry Filed under: Alam. .
18 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed






1.
Erwin | Februari 7, 2008 at 11:39 pm
Assalamu’alaikum Wr.Wb. aku ingin bersilaturahim dengan para ikhwan & akhwat khususnya yang sedang menuju pencarian atau menuju jalan Tuhan semoga kita semua mendapat Maghfirah, hidayah, serta inayahnya Amin. add rahoel_macho@yahoo.com
2.
mohd noh yahya | Mei 25, 2008 at 2:28 am
bagaimanakah air yang jernih itu bisa menghapuskan dosa pada pandangan hakikat yang sebenar?
3.
jack | Juli 25, 2008 at 8:01 am
bersihkanlah hati kamu dahulu..
4.
Achmad H | September 19, 2008 at 2:18 am
soal Robithoh,
Saya akan meng-komen tentang pemahaman anda terhadap robithoh, penjelasan saya untuk anda, kalau boleh saya menasehati anda.
Posisi anda saat ini tentang robithoh bagaikan posisi Nabi Musa AS pada saat sedang berguru dengan Nabiullah Khaidir AS. anda Sok tahu mengerti. demikian
Nasehat saya kaji ulang pelajaran Nabi Musa AS ketika bersama Nabi Khaidir AS.
anda akan mendapatkan jawabannya, renungkan.
semoga anda mendapat petunjuk.
jadilah islam dengan hati,iman,dan taqwa
bukan islam atas dasar aqal sendiri yang dapat dipengaruhi syeiton.
trmksh
5.
Indra Saputra | Januari 16, 2009 at 8:07 am
asalamualaikum wr.wb
6.
ranu | Januari 17, 2009 at 6:17 am
bagaimana cara membayangkan wajah allah? yang benar itu jabarut baru malakut atau malakut baru jabarut?
7.
Aliks | Januari 18, 2009 at 4:47 am
Assalamu’alaikum…
Menurut ilmu yang saya dapat, sepertinya urutan di atas adalah salah, atau mungkin sang penulis terbalik. karena urutan yang saya ketahui adalah 1.alam jabarut 2.alam malakut 3.alam lahut. silahkan di koreksi jika ada kesalahan…
Wassalam….
8.
Adam | Januari 20, 2009 at 5:43 am
Bismillah……
Assalamualaikum…………………………………
Salik/naik – Alam mulki,Alam malakut,Alam Jabarut,Haromil hudsi
Turun – Haromil hudsi-Alam Jabarut,Alam malakut,Alam mulki
Batasan akal hanya pada Alam malakut (sidiq atau Qidhib)
Alam Jabarut masuk wilayah Ilmu (kebesaran &keagungan)
Qudsi (yang sudah keluar dari tiga wilayah MMJ)
Wasalam………………………………………….
9.
assyaithon | Februari 23, 2009 at 1:18 pm
Ass.wr.wb.
Nafsu membuka internet….
nafsu mengkritik……
nafsu menyalahkan saudaramu sendiri….
Bagaimana tidak semudah memasukkan sepotong jarum kedalam telaga bagiku untuk menggoda kalian ….jika Nafsu kalian terus begini he…he…he….
Karena lahirnya kalian hanyalah manusia lemah…lalu diberikanNYA pemahaman dan kalian mengkritik…
Lahirnya manusia gelap
diberikanNYA penglihatan kalian main internet….
Lahirnya manusia bodoh
diberikanNYA kelebihan kalian saling menyalahkan….
Wassalam saudara-2ku…..he…he….he…..
10.
tanto | Februari 23, 2009 at 9:19 pm
Ilmu itu bukan untuk di perjuangkan tapi untuk dijalankan. ketrangan dengan LAKU itu lebih bagus dari pada ucapan
11.
tanto | Februari 23, 2009 at 9:45 pm
semakin tinggi ilmu kita semakin bodohlah kita
karna ilmu IJJA itu tiada bataasss…
seperti kita mengupas “BAWANG ” bawang kita buka kulitnya didalamnya yang ada kulit semua terus dimana isinya..?????????
12.
m.wardoyo | April 29, 2009 at 7:32 pm
wahai saudaraku,gmn engkau hendak membayangkan wajah ALLAH, sementara bertemupun blm pernah,jgnlah engkau menghayal yg nggak2 ntar engkau dijerumuskan oleh syetan, jika gak tau wajahNYA ALLAH maka hendaklah kita bersama orang yang sudah bertemu dengan ALLAH, semoga kita dapat petunjuk dari ALLAH Amin…
13.
Akar Sulur | Juli 27, 2009 at 4:01 pm
Nang Ning Nung Neng Nong .. terakhir… Gong…. Semlenger….
14.
MUMAJABAH | Agustus 18, 2009 at 12:14 pm
Bismillah……
Ketahuilah hamba Alloh? bahwa semua pendapat itu benar semua.
tergantung alloh memberikan pemahaman Ilmu dimana?di-dhohirkah,di-bathinkah,di-Ilmukah atau diluar dari itu semua.
jika ini salah itu benar anda koreksi lagi diri anda masing-masing.
“Sesungguhnya diantara rosul yang satu dengan rosul yang lain tidak ada perbedaan”
15.
JEBENG | September 18, 2009 at 5:02 pm
MANUNGGALING KAWULA GUSTI….ANI ANUNG……YANG PENTING PRATEKNYA BROO….
16.
nurazmi | Oktober 6, 2009 at 3:58 am
bismilah, smoga Allah memberi petumjuk kepada kita.. amin…
17.
Abi Zahra | Oktober 14, 2009 at 9:12 am
Uraian Syafii diatas tentang Robithah adalah benar. Begitulah seharusnya robithah, bukan dibayang-bayangkan wajah mursyid, dan juga bukan dibayangkan wajah Allah. Tetapi hati menghadap kepada Allah. Bagaimana caranya….? Dengan Yaqin.
Belum bisa yaqin? Maka sekurang-kurangnya dengan Dzon atau Sangka.
Urutan alam :
- Alam Syahadah (alam dunia)
- Alam Jisim (alam jin dan sejenisnya)
- Alam Malakut
- Alam Jabarut
- ….
- ….
……
Demikian semoga bermanfaat.
18.
Agung Wibowo | Oktober 15, 2009 at 4:57 pm
Assalamualaikum
Sebelumnya saya meminta maaf, karena saya Hamba Allah yang Hina dan bodoh ini ingin sharing. Menurut saya itu tergangtung kepada manusia itu sendiri, dan yang terpenting hanya “LA ILLA HAILAULOH MUHAMMAD DAR ROSULLULOH” karena manusia mahluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Dan untuk mencapai kesempurnaan itu mari kita saling “Memberi dan mengisi”
Wassalam…