Hukum Sholat Jamaah (Bagi laki-laki)

Mei 9, 2007 at 5:24 pm 17 komentar

Banyak dari kita yang meremehkan shalat berjamaah. Oleh karenanya, melalui tulisan ini akan coba kami jelaskan mengenai hukum-hukum tentang wajibnya shalat berjama’ah, karena sebe-narnya masalah ini adalah masalah yang teramat penting.

Allah SWT banyak menyebut kata sha-lat dalam Al Qur’anul Karim. Ini menandakan begitu penting perkara ini. Allah SWT berfirman :
Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.(Al Baqarah : 43)
Ayat mulia ini merupakan nash tentang kewajiban shalat berjamaah.

Dan dalam surat An- Nisa’ Allah berfirman yang artinya :
Dan apabila kamu berada ditengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemu-dian apabila mereka (yang shalat besertamu) su-jud (telah menyempurnakan serekat), maka hen-daklah mereka dari belakangmu (untuk meng-hadapi musuh) dan hendaklah datang golongan kedua yang belum shalat, lalu bershalatlah me-reka denganmu , dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata… (An Nisa’ 102)

Pada ayat diatas Allah mewajibkan sha-lat berjamaah bagi kaum muslimin dalam kea-daan perang. Bagaimana bila dalam keadaan damai?!. Telah disebutkan diatas bahwa ..dan hendaklah datang segolongan kedua yang be-lum shalat, lalu bershalatlah bersamamu…. Ini adalah dalil bahwa shalat berjamaah adalah far-dhu ‘ain, bukan fardu kifayah, ataupun sunnah. Jika hukumnya fardhu kifayah, pastilah gugur kewajiban berjamaah bagi kelompok kedua karena penunaian kelompok pertama. Dan jika hukumnya adalah sunnah, pastilah alasan yang paling utama adalah karena takut.

Dan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:
Seorang laki-laki buta datang kepada Nabi dan berkata: Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai pe-nuntun yang akan menuntunku ke Masjid. Ma-ka dia minta keringanan untuk shalat dirumah, maka diberi keringanan. Lalu ia pergi, Beliau memanggilnya seraya berkata: Apakah kamu mendengar adzan ? Ya, jawabnya. Nabi berkata :Kalau begitu penuhilah (hadirilah)!

Didalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam tidak memberikan keringanan kepada Abdullah bin Ummi Maktum radhiyallahu ‘anhu untuk shalat dirumahnya (tidak berjamaah) kendati ada alasan, diantaranya:

- Keadaan beliau buta.
– Tidak adanya penuntun ke Masjid.
– Jauh rumahnya dari Masjid.
– Adanya pohon-pohon kurma dan lain-lain yang ada diantara rumah beliau dan Masjid.
– Adanya binatang buas di Madinah.
– Tua umurnya dan telah lemah tulang-tulang-nya.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meri-wayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam telah bersabda:
Aku berniat meme-rintahkan kaum muslimin untuk mendirikan sha-lat. Maka aku perintahkan seorang untuk menjadi imam dan shalat bersama. Kemudian aku berang-kat dengan kaum muslimin yang membawa seikat kayu bakar menuju orang-orang yang tidak mau ikut shalat berjamaah, dan aku bakar rumah-rumah mereka. (Al Bukhari-Muslim)

Hadits diatas telah menjelaskan bahwa tekad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam untuk membakar rumah-rumah disebabkan mereka tidak keluar untuk shalat berjamaah di masjid. Dan masih banyak lagi hadits yang menerangkan peringatan keras Rasulullah terhadap orang-orang yang tidak hadir ke masjid untuk berjamaah bukan semata-mata karena mereka meninggalkan shalat, bahkan mereka shalat di rumah-rumah mereka.

Ibnu Hajar berkata: Hadits ini telah menerangkan bahwa shalat berjamaah adalah fardhu ‘ain, karena kalau shalat berjamaah itu hanya sunnah saja, Rasulullah tidak akan berbuat keras terhadap orang-orang yang meninggalkannya, dan kalau fardhu kifayah pastilah telah cukup dengan pekerjaan beliau dan yang bersama beliau.

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: Engkau telah melihat kami, tidak seseorang yang meninggalkan shalat berjamaah, kecuali ia seorang munafik yang diketahui nifaknya atau seseorang yang sakit, bahkan seorang yang sakitpun berjalan (dengan dipapah) antara dua orang untuk mendatangi shalat (shalat berjamaah di masjid). Beliau menegaskan : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam mengajarkan kita jalan-jalan hidayah, dan salah satu jalan hidayah itu adalah shalat di masjid (shalat yang dikerjakan di masjid). (Shahih Muslim)

Ibnu Mas’ud juga mengatakan : Barang siapa mau bertemu dengan Allah SWT di hari akhir nanti dalam keadaan muslim, maka hendaklah memelihara semua shalat yang diserukan-Nya. Allah SWT telah menetapkan jalan-jalan hidayah kepada para Nabi dan shalat ter-masuk salah satu jalan hidayah. Jika kalian sha-lat dirumah maka kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian, dan kalian akan sesat. Setiap Lelaki yang bersuci dengan baik, kemudian menuju masjid, maka Allah SWT menulis setiap langkahnya satu kebaikan, mengangkatnya satu derajat, dan menghapus satu kejahatannya. Engkau telah melihat dikalangan kami, tidak pernah ada yang meninggalkan shalat (berjamaah), kecuali orang munafik yang sudah nyata nifaknya. Pernah ada seorang lelaki hadir dengan dituntun antara dua orang untuk didirikan shaf.

Ibnu Mas’ud, Abdullah bin Abbas dan Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhum berkata : Barangsiapa yang mendengar adzan kemudian dia tidak mendatanginya tanpa udzur, maka tidak ada shalat baginya.

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata : Tidak ada tetangga masjid kecuali shalat di masjid. Ketika ditanyakan kepada beliau : Siapa tetangga masjid ? Beliau menjawab : Siapa saja yang mendengar panggilan adzan. Kemudian kata beliau : Barangsiapa mendengar panggilan adzan dan dia tidak mendatanginya maka tidak ada shalat baginya, kecuali dia mempunyai udzur.

Meningggalkan shalat berjamaah merupakan salah satu penyebab untuk meninggalkan shalat sama sekali. Dan perlu diketahui bahwa meninggalkan shalat adalah kekufuran, dan keluar dari islam. Ini berdasar pada sabda Nabi : Batas antara seseorang dengan kekufuran dan syirik adalah meninggalkan shalat. (HR. Muslim). Janji yang membatasi antara kita dan orang-orang kafir adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya, maka ia kafir.

Setiap muslim wajib memelihara shalat pada waktunya, mengerjakan shalat sesuai dengan yang disyariatkan Allah, dan mengerjakan secara berjamaah di rumah-rumah Allah. Setiap muslim wajib taat kepada Allah dan rasul-Nya, serta takut akan murka dan siksanya.

Tidak bisa dipungkiri shalat berjamaah mempunyai beberapa hikmah serta kemaslahatan. Hikmah yang tampak adalah :

- Akan timbul diantara sesama muslim akan sa-ling mengenal dan saling membantu dalam kebaikan, ketaqwaan, dan saling berwasiat de-ngan kebenaran dan kesabaran.

- Saling memberi dorongan kepada orang lain yang meninggalkannya, dan memberi penga-jaran kepada yang tidak tahu.

- Menumbuhkan rasa tidak-suka/membenci kemunafikan.

- Memperlihatkan syiar-syiar Allah ditengah-tengah hamba-Nya.

- Sarana dakwah lewat kata-kata dan perbuatan.

Hadits mengenai wajibnya shalat berja-maah dan kewajiban melaksanakannya di rumah Allah sangat banyak Oleh karena itu setiap muslim wajib memperhatikan, dan bersegera melaksanakannya. Juga wajib memberitahukan hal ini kepada anak-anaknya, keluarga, tetangga, dan seluruh teman-teman seaqidah agar mereka melaksanakan perintah Allah SWT dan rasul-Nya dan agar mereka takut terhadap larangan Allah dan rasul-Nya dan agar mereka menjauhkan diri dari sifat-sifat orang munafik yang tercela, dianta-ranya malas mengerjakan shalat

Rony Setyo Hariyono

About these ads

Entry filed under: Sholat. Tags: .

Tata Cara Thoharah dan Shalat Orang Sakit Apakah Hukum Asunransi Dalam Islam ?

17 Komentar Add your own

  • 1. Sis Purwantoro  |  Juni 20, 2007 pukul 2:19 am

    Ass wrn wb. Mohon disebutkan sumber-sumber (buku-buku/kita-kitab) referensi dari artikel “Hukum Sholat Jamaah (Bagi laki-laki)” tsb.

    Wass wr wb.
    Terima kasih
    Sis Purwantoro

    Balas
  • 2. H Ali M Suwarto  |  Desember 6, 2007 pukul 5:51 am

    Sholat ber Jama’ah memang wajib dilaksanakan tetapi harus sesuai dengan syarat-syarat yang di tentukan,kalau syarat-syarat tersebut tidak di indahkan maka gugurlah kewajiban kita mengikuti sholat berjama’ah.kita lihat saja sholat berjama’ah di daerah Jawa Barat anak-anak yang belum baliq berdiri di barisan depan atau shaf pertama disebelah orang tuanya dan sewaktu pelaksanaan sholat berjama’ah anak-anak yang belum baliq tersebut lari sana lari sini ,mendahului imam bahkan ada yang tidur dan setelah selesai sholat berjama’ah dengan tanpa dosa orang tua si anak tidak menegur si anak,apakah sholat berjama’ah yang beginian wajib kita laksanakan ? dan saya yakin bahwa sholat berjama’ah yang beginian tidak syah,.tidak dapat kelipatan pahala yang 27 X

    Balas
  • 3. Ipank  |  Mei 13, 2008 pukul 12:49 pm

    sah ato tidaknya sholat berjamaah bukanlah kita yang menghakimi, kita hanya bisa melaksanakan sebaik-baiknya, diterima ato tidak itu adalah urusan Alloh swt. Alloh-lah yang mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak.

    Balas
  • 4. khuruniin  |  Juni 7, 2008 pukul 6:47 am

    Insyaallah sholatnya tetap sah, kan ada istilah syarat sah dan syarat wajib.
    jika syarat wajib terpenuhi maka hukmnya jadi wajib
    jika syarat sah yg tdk terpenuhi maka sholatnya yg tidak sh.
    mohon dicermati. kalo tdk tahu dasar hukum seaiknya jangan mnghakimi.
    syukron

    Balas
  • 5. Masjid sebagai Sentral Kebangkitan Umat Islam | Mimbar Jum'at  |  Oktober 18, 2008 pukul 1:36 am

    […] begitu juga para sahabat khususnya laki-laki sebelum ada masjid yang lain tidak ada yang tidak sholat jamaah 5 waktu,  tidak ada sholat wajib dilakukan di rumah dan di tempat lain kecuali di dalam masjid Nabawi kota […]

    Balas
  • 6. lyly  |  Juni 7, 2009 pukul 6:11 am

    saya ingin bertanya:

    1.apa hukumnya sholat berjamaah bagi perempuan?
    karena saya pernah mendengar bahwa perempuan tidak wajib untuk melaksanakan sholat berjamaah di masjid.mengapa?

    2.apakah sholat berjamaah dirumah tidak boleh jika lelaki dan perempuan itu bukanlah keluarga?atau boleh,jika memakai pembatas shaf agar tidak dp terlihat?contohnya,bila sedang berkumpul dg teman2 dirumah,tiba waktu sholat,lalu shoat berjamaah,itu dibenarkan tidak?
    terimakasih sebelumnya.

    Balas
  • 7. addariny  |  Agustus 12, 2009 pukul 8:55 pm

    Sholat jama’ah tidak wajib bagi wanita… bahkan sholat di rumah lebih afdhol bagi wanita dari pada sholat di masjid… Akan tetapi tidak boleh melarang wanita pergi ke masjid…
    Semua keterangan ini, bisa anda simpulkan dari sabda Rosul -shollallohu alaihi wasallam-:
    لا تمنعوا نساءكم المساجد, وبيوتهن خير لهن (رواه أحمد وأبو داود وصححه الألباني)ـ
    “Janganlah kalian melarang wanita pergi ke masjid (untuk sholat jama’ah), meski rumah mereka lebih baik bagi mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dishohihkan oleh Albani)

    Balas
  • 8. addariny  |  Agustus 12, 2009 pukul 9:01 pm

    Tidak syarat harus mahrom (atau dari satu keluarga) dalam sholat berjama’ah… akan tetapi jika imamnya laki dan makmumnya perempuan, sebaiknya si makmum sebisa mungkin menjauh dari imam… tentang pembatas shof, tidak menjadi syarat dalam sholat jama’ah, tetapi harus diingat sebaik baik shof bagi laki adalah shof terdepan, dan sebaik shof bagi perempuan adalah shof terbelakang… kian jauh jaraknya kian lebih baik… wallohu a’lam.

    Balas
  • 9. muhamad  |  Agustus 25, 2010 pukul 6:56 am

    ass wr wbsaya seorang suami lebih abdol mana sholat brjamaah dimasjid atau sholat berjamaah dg istri drumah wassalam balas

    Balas
  • 10. Ceramah  |  Desember 8, 2010 pukul 3:17 am

    Kalau saudara mengatakan solat jamaak wajib bagi laki laki .dan tidak wajib bagi wanita.lalu bagai mana anda meng arti kan surat ali imran ayat 43. Yg berbunyi .hay maryam taatlah pd allah.sujud dan rukuk lah bersama orang yg rukuk. Disini menujuk hukum wajib solat berjamaah ditinjau kembali.

    Balas
  • 11. Myhani  |  Januari 17, 2011 pukul 10:32 am

    Asalam mualaikum warh matull h wab rokath.kita berserah dirg pd allah.hanya allah yg tau.dkat kan lah dri kpda alah.jauh kan dri jalan yg buruk dan jelek buang jauh2 dr mahni

    Balas
  • 12. wan harau  |  Februari 23, 2011 pukul 5:10 pm

    dizaman sekarang tak ada alasan untuk tidak berjamaah di mesjid bagi laki2, karena hampir semua alasan yg ada di zaman rasulullah sudah banyak yang gugur kecuali sakit, yg betul2 sakit..kalo hujan, kan ada payung, kalo jauh,kan ada kndaraan..yang ada halangan bagi umat islam sekarang adalah malas, banyaknya godaan dunia..bukankah hadist mengatakan;”jika mereka tahu keutamaan sholat brjamaah dimesjid, mereka pasti akan mndatanginya, meskipun merangkak sekalipun..”?

    Balas
    • 13. udin  |  April 10, 2011 pukul 2:06 am

      Betul itu, karena kebanyakan malas mendatangi masjid untuk melaksanakan shalat berjama’ah, pada ada hadits nbai yang kurang lebih artinya. tidaklah shalat bagi kaum laki-laki yang apa bila terdengar adzan, tetapi dia melaksanakan shalat dirumah tanpa unzur.

      Balas
  • 14. udin  |  April 10, 2011 pukul 2:07 am

    artinya dia tidak syah shalatnya dirumah

    Balas
  • 15. herman  |  Mei 13, 2011 pukul 12:01 pm

    maha suci ALLAH,semoga kita menjaga solat2 kt, hanya solat lah yg dpt melindungi kt dari perbutan keji dan mungkar,,

    Balas
  • 16. Fatkhun Arek Jombang  |  Agustus 26, 2011 pukul 10:19 pm

    assalamualaikum solat tahajud lebih baik jamaah apa siri?

    Balas
  • 17. Faizal Alatas  |  Oktober 2, 2011 pukul 11:14 pm

    Semoga ALLAH selalu memberikan Hidayahnya kepada kita semua, sehingga kita bisa selalu mengerjakan segala perintahnya dan menjauhi larangannya…. Amin yaarobbal ‘alamin

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Mei 2007
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 580,342 hits

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

This website is worth
What is your website worth?
Add to Google

Syafii Photos

Wisuda nana

ahmad23

ahmad22

More Photos

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: